Sabtu, 25 Oktober 2014

وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم، وعسى أن تحبوا شيئا وهو شر لكم، والله يعلم و أنتم لا تعلمون
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)

✔ yang dikagumi terkadang tidak mengerti
✔ yang dirindukan terkadang tidak tahu
✔ yang dicintai terkadang tidak merasa
✔ yang diinginkan terkadang tidak sejalan dan
✔ yang tidak disangka terkadang terjadi

 AKU YAKIN TAKDIR ALLAH ITU INDAH...

 ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketakwaan dan wirainya. Tiap kali raja menemui sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulanginya pada setiap kejadian yang secara dhahir adalah kejadian buruk.

⛅ Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak dan terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yang dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, ‘Semoga ini baik, insya Allah.”

 Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, sebab korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya. Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya.

 Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah.’ Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tidak sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu.”

-----

�� Jika anda mendapat kejadian buruk ucapkan : "Semoga ini baik, insya Allah.”
Semoga ALLAH SWT memberi kebaikan pada kehidupan Anda. Aamiin

�� “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)

 khoir Insyaa Alloh .. 


Pagi ini pukul 07.00. WIB mencoba sebuah praktek yg bersumber dari teoritis visual mengenai 'Dampak Musik Pada Buah Semangka'. Tertarik dengan itu saya pun mencobanya dengan 2 buah nanas segar yg baru diambil dari lemari es.

Kedua nanas itu saya tempatkan masing-masing dalam 2 wadah yg berbeda.

Wadah pertama berisi Sepotong nanas dengan mp3 yg berisi murattal Al-Quran : Surah Al-Baqarah, Surah Ar-Rahman, Surah Al-Hasyr, Surah Al-Jinn, Surah Ali Imran, Surah Al-Kahfi.

Wadah kedua berisi sepotong nanas dengan mp3 musik-musik bertema cinta.

Kedua wadah itu ditutup rapat berharap dengan ruangan yg kedap suara tsb nanas-nanas itu mudah menyerap gelombang suara yg ia 'dengar'.

Kemudian, 4,5 jam berlalu, menjelang Zhuhur, kedua mp3 tadi distop, karena waktu Zhuhur adalah waktu yg sangat baik utk meninggalkan segala aktivitas.

Wadah pertama berhenti pada surah Al-Kahfi ayat 107.

Sedangkan wadah yg satunya tepat berhenti pada akhir musik (salah satu lagu).

Ada perbedaan pada nanas yg ditempatkan di wadah yg berisi musik2 bertema cinta tadi. Nanas itu membusuk dengan bintik-bintik merah.

Sedangkan nanas yg diberikan Mp3 murottal Al-Qur'an, ia tetap seperti keadaan semula (tidak membusuk) dan dingin bagaikan baru diambil dari kulkas.

Dari sini saya berfikir, bagaimana dgn orang-orang yg mendengarkan musik, gelombang suara itu masuk ke gendang telinga, lalu meresap ke hati dan otak.... kira-kira apanya yg membusuk ?

'Langit yang tujuh, bumi dan semua YANG ADA DI DALAMNYA bertasbih kepada Alloh. DAN TIDAK ADA SATUPUN melainkan bertasbih dan memujiNya, tetapi kamu semua TIDAK MENGERTI TASBIH MEREKA. Sesungguhnya Dia (Alloh) Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.' (QS Al-Isroo' 44)

Disinilah kuncinya, nanas tadi bertasbih kepada Alloh, salah satu nanas diperdengarkan lantunan ayat-ayat Alloh, secara otomatis tasbihnya nanas sejalur  dan merata secara spiral dengan ayat-ayat Alloh.

Akan tetapi nanas yg lain, tasbihnya   sejalur dengan alunan irama musik. Dengan kata lain, musik dapat menghancurkan ketaatan kepada Alloh krn begitu kuatnya pengaruh musik terhadap kendali otak dan hati kita.

Tetap jagalah dzikir kita sebagaimana makhluk2 Alloh yang lain menjaga dzikirnya agar hati kita senantiasa sejuk dan damai...

Allohul Muwafiq

Jumat, 24 Oktober 2014

.Memang benar bahwa umur manusia di tangan Allah... Tapi kita misalkan saja, umur kita 60 tahun.

Jika kita tidur 8 jam setiap hari, maka dalam 60 tahun; kita telah tidur 20 tahun.

Jika kita kerja 8 jam tiap hari, maka dalam 60 tahun; kita telah kerja 20 tahun.

Masa kecil kita 15 tahun.

Jika makan kita selama setengah jam dan sebanyak 2 kali setiap harinya, maka 3 tahun umur ini kita habiskan hanya untuk makan.

Total jumlah waktu untuk tidur +kerja +masa kecil +makan =58 tahun!!

Hanya sisa 2 tahun!! dan dari dua tahun ini, berapa jamkah yang kita gunakan untuk BERIBADAH kepadaNYA??

Apa yang akan kita katakan kepada Allah ta'ala di hari perhitungan "Kau habiskan untuk apa umurmu?".

Sungguh sangat berharga perkataan Mu'adz bin Jabal -rodhiallohu anhu-: "Sungguh aku mengharapkan pahala dari TDURKU, sebagaimana aku mengharap pahala dari SHOLAT MALAMKU".

Bayangkan bila kita bisa menjadikan kegiatan tidur, kerja, dan makan kita sebagai amalan yang berpahala dengan meniatkannya untuk ibadah, betapa banyaknya waktu yang bisa kita ubah untuk BERIBADAH kepadaNya.

Sebarkanlah pesan ini... dan ingat sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-: "Orang yang menunjukkan kepada kebaikan itu seperti orang yang melakukannya."

 Ditulis oleh Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى  ̊

Minggu, 19 Oktober 2014

بِسْمِ اللهِ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

(Bismi l-lâhi). Allâhumma innî a'ûdhu bika mina-l-khubthi wa-l-khabâ’ith.

“Dengan nama Allah. Ya Allah, se-sungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perem-puan”.

(Bukhari 142 & Muslim 375)

~ Doa Keluar Dari WC ~

َغُفْـرَانَك

Ghufrânak.

“Aku minta ampun kepadaMu”.

(Abu Daud 30, Tirmidzi 7, Ibnu Majah 300, & dinilai shahih oleh Al-Albani)

بَارَكَ اللهُ فِيْكُم

Sabtu, 18 Oktober 2014


Sungguh tak layak bagi keluarga muslim untuk menyetiakan diri di depan TV sambil bersimpuh khusyu’ menonton Mahabarata ANTVMahadewa - ANTV, dan sejenisnya yang merupakan parade kisah sesembahan orang musyrik. Inilah virus akidah yang tak layak berakar di rumah seorang muslim yang meyakini hanya Allah satu-satunya sesembahan yang berhak disembah dengan benar.
Sungguh kisah-kisah fiktif yang merupakan rentetan kisah yang mereka dewakan bukanlah nutrisi, madu atau susu yang harus disuplai di hadapan anak-anak termasuk di hadapan orang tua sendiri. Suapan-suapan kisah yang ada justru akan menjadi virus yang akan menghantam jantung akidah seorang muslim. Rasanya begitu memilukan sekiranya keluarga muslim jadi hamba bagi kisah fiktif Mahabarata. Mereka menyediakan dan mengkhususkan waktu untuk mendengar, menonton dan menikmati kisah dusta lagi kufur.
Tak ada risih. Tak ada rasa malu terhadap mushaf al-Quran yang ada di rak. Tak ada malu terhadap al-Qur’an yang tersimpan dalam dada. Tak ada risih terhadap maksiat yang diperagakan artis India itu. Begitu asyik dan begitu menikmati. Kesetiaan mereka untuk duduk di majelis tontonan ini menandakan adanya ketertarikan terhadap kisah yang ada.
Bagaimana mungkin keluarga muslim duduk asyik mencerna potongan-potongan kisah orang musyrik? Kenapa justru membiarkan kisah Mahabarata menjadi suapan dan tuntutan? Dimanakah kewibawaan tauhid yang bersarang di dada sehingga tak mampu beranjak dari hadapan layar kaca?
Sungguh, kesempurnaan tauhid tergapai apik dengan meninggalkan sesembahan lain termasuk kisah picisannya. Ketika Islam mengharamkan parade ritual kesyirikan yang dilakoni millah lain maka Islam mengharamkan pula kaum muslimin untuk larut dalam kisah-kisah mereka. Allah berfirman:
فاجتنبوا الرجس من الأوثان واجتنبوا قول الزور
“Maka jauhilah penyembahan berhala yang najis itu dan jauhilah pula qaula az-zur.” (QS al-Hajj: 30)
Para ulama menyebutkan bahwa makna “qaul az-zur” adalah semua ungkapan yang diharamkan. Ulama juga menjadikan tontonan terhadap “qaul az-Zur” adalah hal haram. Lihatlah Allah menggandengkan larangan terhadap “qaul az-zur” dengan larangan menjauhi sesembahan dan berhala. Anehnya, sebagian muslim menjadikan kisah Mahabarata dan sejenisnya yang lebih dari “qaul az-zur” sebagai hiasan mata dan telinga di depan layar kaca.
Tak ada teladan lain selain keteladan yang pernah diperagakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam. Tak ada sosok lain yang lebih mengagumkan dan layak dikagumi selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam. Tak ada kisah lebih heroik yang pernah terkisahkan di muka bumi sepanjang masa dibandingkan kisah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam.

Jumat, 17 Oktober 2014


iPos : Maraknya Islamofobia di Amerika semakin memprihatinkan. Kebanyakan yang jadi sasaran itu adalah perempuan berhijab, mungkin karena jelas nampak sebagai simbol muslim. Untuk mengatasi itu, Mahasiswi muslim di Marshal University mengadakan kampanye tentang hijab dan Islam. Caranya sederhana, menantang rekan mereka yang non-muslim untuk mengenakan hijab. "Kami sederhana saja, bawa meja lalu letakan hijab diatasnya. Kami ajak mahasiswi untuk mencoba dan merasakan pengalaman mengenakan hijab. Kami ingin melihat seperti apa reaksi mereka," kata Suzann Al-Qawasmi, seperti dilansir onislam.net, Kamis (18/9).

Kampanye ini ternyata menarik minat mahasiswi kampus, dan menarik mereka untuk mencoba mengenakan hijab, "Seorang Gadis ingin mencoba hijab, dan kemudian seluruh teman-temannya mencoba mengenakan hijab", kata Suzann Al-Qawasmi.

CJ Payne, seorang mahasiswi yang mencoba mengenakan hijab mengaku merasa mulia ketika hijab dikenakan kepada seorang perempuan, "Setiap pria akan melihat Muslimah bukan karena tampilan fisiknya tetapi hatinya. Ini adalah bentuk kesopanan yang luar biasa," kata dia. Tidak hanya mahasiswi, beberapa staf kampus juga mencoba mengenakan hijab tersebut merasa pengalaman yang menarik, ""Ini pengalaman menarik bagi saya," kata Allyson Jasper. Saya menyadari kecantikan itu bersinar dan menjadi diri sendiri. Tidak peduli apa yang Anda kenakan," ucap dia.

Gerakan ini dipelopori oleh Muslim Student Association (MSA), dimana kegiatan tersebut dilakukan pada hari Selasa dari jam 11 siang hingga 3 sore di Memorial Student Center. (rohama)


iPos-Pendidikan: Seringkali kita mengalami situasi yang tidak diinginkan yang menimpa anak-anak kita. Katakanlah anak lagi main sepeda dengan temannya pulang pulang di atas pelipis matanya berdarah dan pipinya terluka yang cukup lumayan, sambil meringis anak tidak mau menceritakan karena merasa bersalah.
Ternyata dia bukan memakai sepedanya sendiri, tapi dibonceng teman bermainnya, bertiga di atas sepeda. Menghadapi realitas seperti ini kalau lagi kuat kesabarannya, sang bunda akan berbicara lembut, "Baiklah nak, lain kali lebih hati-hati bersepedanya, tandanya anak laki-laki itu kuat pantang menyerah dan selalu bisa ambil pelajaran dari kekeliruannya."

Tapi saat bunda lagi banyak pikiran dan kerjaan apa lagi tidak enak hati bisa-bisa bilang begini, " Tuh kan, apa kata umi udah dinasehati jangan main melulu, jangan keluar melulu, di rumah saja kalau umi gak ada di rumah, jangn keluyuran terus, gak nuruti kata umi, rasain kan akibatnya." Astaghfirullahalazhiim. "udah jatuh kena damprat pula sama umi, sakitnya tuh disini....(sambil nyunsep di bawah bantal, terisak nangis, padahal pas jatuhnya gak nangis..... He he)
Ada pula kejadian saat anak-anak kita diasuh nenek dan kakeknya, dihadapan kita ternyata nenek dan kakek berlaku kasar kepada anak kita, karena tingkah polah anak-anak yang super aktif dan mengacak-acak seisi rumah. Saat dibentak anak tersebut menangis sedih, gak paham dia melakukan kesalahan apa, lalu menghampiri umi sambil laporan bahwa dia baru saja dimarahin nenek kakek. Nich kalau umi lagi emosi bisa nayalahin nenek kakek depan anak dan belain anaknya. Soalnya si umi merasa tersinggung tidak bisa mendidik anak. Akhirnya anak dapat perlindungan umi dari bentakan nenek kakek.

Atau kejadian anak dimarahi guru di sekolah karena kenakalannya memprovokasi teman-temannya untuk bolos sekolah, mengingat gurunya galak padahal usianya baru 7 th. Datanglah sang guru ke rumah menemui uminya dan marah-marah menceritakan betapa anak kita nakal sampai- berinisiatif mengompori teman-temannya bolos. Kalau uminya rada sensitif nich, bisa2 belain anak mati-matian dan menyalahkan guru yang tidak bisa mendidik, kan anak di sekolahin itu agar mempunyai akhlak yang baik, lantas apa kerjaan guru di sekolah kalau gak bisa mendidik anak-anak. Ditambah lagi ungkapan ini dilontarkan di hadapan anaknya.

Senangnya anak merasa dibelain walaupun salah. Atau bisa juga karena khawatir disalah-salahkan pihak sekolah dan merasa sudah mendidik benar, anak yang dimarah marahin di depan guru tersebut. Kamu nih ya, udah umi nasehati berkali-kali tetap saja nakal, tidak nurut sama orang tua, sekarang guru pula yang kamu kerjakan. Bisa bayangkan deh betapa bertambah hancur pendidikan yang diberikan kepada anak.

Menghadapi kasus kasus di atas bisakan kita berlaku bijak bunda... tentunya harus bisa dan ambil itu bagian dari pembelajaran yang baik dan efektif buat si buah hati.Ini beberapa hal yang mungkin bisa diambil langkah-langkahnya :

1. Jangan mengasuh dan mendidik anak dalam kondisi marah, karena kemarahan akan menambah rusaknya mental anak, bukannya tambah menurut tapi tambah pembangkangannya.
Segeralah setenang mungkin ingat larangan Allah dan rasulnya "Jangan marah". Kalau toh pun ingin marah ke anak, maka marahlah karena proses pendidikan buat anak, bahwa yang dilakukannya tidak sesuai akhlak Islam dan apapun yang bertentangan dengan syariat Allah wajib ditinggalkan.

2. Kenali potensi anak-anak kita dan kecendrungan dia, apakah kenakalannya emang mengarah kepada kriminal ataukah hanya kenakalan anak-anak biasa yang sebenarnya berpotensi untuk menjadi pemimpin masa depan. Anak yang susah diatur dan sukanya punya ide-ide yang tidak dipikirkan oleh yang lainnya, berarti anak itu sesungguhnya sangat cerdas, disini butuh motivasi aqidah dan mengarahkan jiwa kepemimpinan ke arah yang islami, seperti kasus memprovokasi temannya untuk membolos sekolah, berarti anak punya kemampuan untuk memimpin. Nah bagaimana potensi ini biar bisa melejit ke arah kepemimpinan yang benar, coba dipikirkan bunda...

3. Selalu ingat bahwa tujuan kita dalam mendidik anak adalah membentuk kepribadian Islam, ya, membentuk kepribadian Islam. Karenanya pola pikir dan pola prilaku anak harus senantiasa diasah menjadi pola yang islami, selalu berproses kepada terbentuknya kepribadian yang tangguh. Jangan terburu buru anak segera berubah instans, yang penting langsung dikerjakan anak tanpa proses yang memadai yaitu proses pembentukan pemahaman yang kokoh yang dilandasi aqidah. Misalkan saat anak punya kebiasaan suka meludahi temannya, maka tempuhlah proses pembentukan pemahamannya sehingga pemahaman itu yang mendorongnya untuk berubah bukan karena takut dimarahi uminya.

4. Bila anak berada dalam lingkungan yang tidak sepenuhnya arus kebiasaan islami, misalkan di sekolahkan ke sekolah sekuler, maka melatih anak untuk terbiasa amar ma'ruf nahyi munkar harus lebih diperhatikan, agar dia memposisikan sebagai pengemban dakwah kecil yang selalu ingin membenahi perkara-perkara yang salah dari teman2nya. Dalam kondisi ini kepekaan rasa dakwah anak harus lebih selalu dilatih.

5. Dalam situasi apapun baik anak dalam keadaan benar atau salah, jadikan itu pembelajaran bagi anak, jangan lewatkan moment tersebut begitu saja, tapi harus bisa menjadi bagian bahan ajar yang efektif untuk membentuk kepribadian anak. Bila anak dihadapkan pada kesalahan dirinya maka proporsional-lah melihat keadaan, jangan membela anak ketika dia salah dan jangan menyalahkan saat dia sebenarnya benar dan tidak sengaja berbuat kesalaahan. Pada dasarnya dalam menghadapi setiap anak itu artinya umi berhadapan dengan pemenuhan kebutuhan jasmani dan naluriyyah anak. Kuasailah itu dan cermat mengamati, jangan sampai salah dalam pemenuhan. Misalkan anak nangis sebenarnya kebutuhannya tidur tapi dipaksa makan atau kebutuhannya makan dipaksa tidur. Sebenarnya yang dia butuhkan adalah pemenuhan naluri nau' dengan kasih sayang yang membuat dia nyaman, tapi kita berikan kebutuhan naluri baqo' dengan memarahinya yang sesungguhnya saat itu tidak dia butuhkan. Anak butuh pemenuhan naluri tadayyun kita berikan pemenuhan kebutuhan fisik, nyuruh dia tidur...Nah jadi berantakan kan?
Wallahu a'lam bisshowab (yanti tanjung) .



iPos : Akhir-akhir ini, kita semakin sadar bahwa kecerdasan emosional ini sangat penting bagi tiap individu dalam menunjang kesuksesan dan kebahagiaan mereka, baik di tempat kerja, pergaulan hingga kehidupan keluarga.

Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan membantu anda dalam bersikap praktis ketika di hadapkan pada suatu permasalahan. Untuk itu, kali ini saya akan sharingkan apa saja ciri-ciri mereka yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi. Harapannya, hal ini akan menjadi referensi kita bersama untuk kehidupan kita yang lebih bermanfaat dan bahagia kedepannya.

1. Fokus pada Hal-hal yang Positif

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sadar bahwa percuma saja berlarut-larut dengan masalah. Fokus pada masalah tidak akan pernah membawa solusi, sebaliknya bersikap positif dalam menyikapi masalah akan membawa anda pada solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan anda


2.Mereka yang Berpikiran Positif akan Berkumpul dengan Mereka yang Berpikir Positif Pula

Orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan menghabiskan banyak waktu dengan berkumpul bersama mereka yang suka mengeluh dan mengumpat. Mendengarkan keluh kesah dari mereka yang suka berpikir negatif hanya akan membawa menghabiskan energi kita pada hal yang percuma. Sebaliknya, berkumpul dengan orang yang memiliki pikiran positif dan penuh semangat akan membuat kita tertular juga. Dan inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan emosional anda juga.


3. Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi selalu Assertive

Assertive adalah sebuah sikap tegas dalam mengemukakan suatu pendapat, tanpa harus melukai perasaan lawan bicaranya. Orang yang assertive sangat tahu betul kapan mereka harus bicara, kapan mereka harus mengemukakan suatu pendapat dan bagaimana cara yang tepat untuk memberikan sebuah solusi tanpa harus menggurui. Dan yang pasti mereka yang memiliki sikap assertive selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bicara.


4. Mereka adalah Visioner yang siap Melupakan Kegagalan di Masa Lalu

Orang-orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan sibuk memikirkan apa yang akan dilakukannya di masa depan dan segera melupakan kegagalan di masa lalu. Baginya kegagalan di masa lalu adalah sebuah pelajaran yang penting diambil untuk mengambil langkah yang lebih mantab di masa yang akan datang.


5. Mereka Tahu Cara Membuat Hidup Lebih Bahagia dan Bermakna

Dimanapun mereka berada, apakah itu di tempat kerja, di rumah ataupun berkumpul dengan teman-teman, orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan membawa kebahagiaan bagi sesamanya. Terkadang arti bahagia bagi mereka tidak harus sebuah kekayaan. Bersyukur akan nikmat yang didapat hari ini dan membantu orang lain yang membutuhkan pertolongannya akan membuat mereka merasa bahagia dan bermakna.


6. Mereka Tahu Bagaimana Mengeluarkan Energi Mereka secara Bijak

Mereka yang dikaruniai kecerdasan emosional tinggi, tahu bagaimana memanfaatkan energi mereka dengan bijak. Mereka tidak akan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang percuma saja. Mereka akan fokus pada tindakan-tindakan yang akan membawa manfaat bagi sesamanya


7.Terus Belajar dan Berkembang

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sadar, bahwa apa yang ia ketahui saat ini masih belumlah apa-apa. Baginya, belajar bukanlah 12 tahun wajib belajar dan 4 tahun kuliah. Wajib belajar adalah seumur hidup. Mereka selalu terbuka akan hal-hal baru dan berani mencoba berbagai macam tantangan yang akan membuat mereka berkembang. Kritik dan saran dari orang lain akan dijadikan sebagai referensi baru dalam mengambil langkah dan keputusan di masa yang akan datang. (peter@kaskus)
Read more at http://www.independenpos.com/2014/10/mereka-yang-memiliki-kecerdasan.html#IEgWgqGk2t8hLjc3.99


Assalamu'alaikum wr.wb


Baca,Renungkan Dan Amalkan lah :

* Dalam kondisi bagaimanapun, segeralah dirikan shalat ketika mendengar adzan

* Baca atau dengarkanlah Al-Qur'an dan ingatlah Allah.

* Jangan kau habiskan waktumu pada hal-hal yang tak berguna

* Berusahalah untuk bisa berbicara dengan bahasa arab secara fush-hah (baik), sebab ia termasuk doktri islam.

* Jangan banyak berdebat dalam setiap urusan bagaimana pun bentuknya, sebab pamer kepandaian dan riya' itu tidak
mendatangkan kebaikan sedikitpun.

* Jangan banyak tertawa, karena hati yang selalu berinteraksi dengan Allah adalah hati yang tenang dan khusyu'.

* Jangan banyak bergurau, karena umat yang gigih berjuang tidak mengenal selain kesungguhan.

* Jangan mengeraskan suara melebihi yang dibutuhkan oleh pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan
orang lain.

* Jauhi dari penggunjing orang dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, jangan membicarakannya selain kebaikan saja.

* Kenalkan dirimu kepada saudara-saudaramu seiman dan seperjuangan walaupun engkau tidak diminta, sebab azas dakwa
kita adalah mahabbah (kecintaan) dan saling mengenal.

* Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk
menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya, dan jika engkau punya tugas, selesaikanlah segera .!




.... Untuk Kita Renungkan ....

Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan
apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)
dan bertaqwalahkepada Allah,sesengguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan
(Al-Hasyr: 18)



Semoga semua ini bermanfaat untuk kita semua, Amin ...

Wassalamu'alaikum wr.wb

Akhlak Rasulullah saw

��Di riwayatkan suatu ketika ada seorang lelaki  Fakir dari Ahli suffah mendatangi Rasulullah  dengan membawa cawan yang di penuhi oleh buah Anggur, di hadiahkan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

��Rasulullah mengambil cawan itu kemudian memulai memakannya

��Rasulullah memakan Anggur pertama kemudian beliau tersenyum....

Rasulullah memakan buah anggur kedua beliaupun tersenyum lagi.

�� Lelaki Fakir tersebut serasa Hampir terbang karena saking gembiranya.

��Sedangkan Para sahabat menunggu,  sebab sudah merupakan kebiasaan Rasulullah akan mengajak para sahabat bergabung bersama Rasulullah dalam setiap hadiah yang di berikan kepada beliau.

��Rasulullah memakan Anggur satu persatu sambil tersenyum, demi Ayah dan ibu ku sampai Habislah buah anggur yang ada dalam cawan itu.

Para Sahabat memandangnya Keheranan.

��Giranglah si lelaki fakir tersebut dengan kegirangan tak terhingga. kemudian ia pergi.

��Lalu bertanyalah salah seorang Sahabat. "Wahai Rasulullah, Kenapa engkau tidak mengajak kami bergabung makan bersama mu?

��Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam tersenyum, lalu  menjawab :

Sungguh kalian telah melihat si lelaki fakir sangat kegirangan dengan cawan yang berisi buah Anggur itu.

��Sesungguhnya manakala aku mencicipi  buah Anggur tersebut, Aku rasakan Pahit rasanya.

Jadi  aku tidak mengajak kalian untuk makan bersama, sebab aku khawatir kalian akan menampakkan rasa pahit di wajah kalian sehingga dapat merusak kegembiraan si lelaki fakir tersebut.

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظيم

Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki budi pekerti yang mulia.

Pelajaran yg berharga...

⭕ Tidak seharus nya segala isi hati mesti kita ungkapkan secara terang2an

⭕ Tidak semua apa yang di ungkapkan merupakan maksud yang di kehendaki.

⭕ Tidak semua apa yang telah di tuliskan adalah kenyataan hidup yang kita lalui.

��Senyum yang tulus,  Hati yang bersih, bergaul dengan baik, jiwa yang damai, Dan kalimat yang baik.

سُبْحَانَ اللّهُ وَاَلْحَمْدُلِلّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اللهُ أكبر وﻻ حول وﻻ قوة إﻻ بالله العلي العظيم

Kamis, 16 Oktober 2014

JANGAN MARAH BAGIMU JANNAH

Alkisah terdapat pasutri yang telah tua renta, usia mereka sangat lanjut dan usia pernikahan mereka telah mencapai angka 60tahun.

Dalam perjalanan pernikahannya, kedua pasutri ini tidak sekalipun terlibat konflik yang tidak selesai, mereka hidup dalam keterbukaan satu sama lain, bahagia dan saling menghargai. Akan tetapi, diantara mereka ada satu rahasia besar yang mereka sepakati untuk tidak diumbar, yakni mengenai Kotak Rahasia.

Kotak Rahasia ini miliki si istri. Istri meminta kepada suami untuk tidak sekalipun membuka isi kotak tersebut kecuali waktunya telah tiba. Dan si suami menghormatinya.

Hingga suatu ketika, istri jatuh sakit. Ia harus dirawat di rumah sakit. Karena merasa waktunya telah dekat, ia pun berkata kepada suaminya."Wahai suamiku, bawalah Kotak Rahasia itu kemari. Taruhlah ia disisiku dan aku akan beritahukan isinya kepadamu", pintanya.

Bergegas suami mengambilnya ke rumah dan kemudian selang beberapa saat, Kotak Rahasia telah ada di hadapan mereka berdua, di sebuah kamar rawat inap rumah sakit.

"Sekarang bukalah", kata istri. Dengan penuh rasa penasaran suami membukanya dan terkejutlah ia ketika melihat isi kotak itu.

Ternyata isinya hanya boneka rajut yang berjumlah 2 buah dan segepok uang yang dililit menggunakan karet gelang. "Banyak sekali uang ini, berapa jumlahnya?", tanya suami keheranan. "Kurang lebih 950jt", jawab istri. Dan suami pun semakin kaget."Bagaimana bisa?, maukah kau menjelaskan apa maksud boneka dan uang ini wahai istri ku?", suami berusaha meminta istri menjelaskan.

Dengan terbata bata, sembari menahan sakit, istri pun menjelaskan.
"Ketahuilah suamiku, pertama aku ingin berterimakasih atas pernikahan yang telah kita jalani. Yang kedua, nenekku berpesan kepadaku agar sebisa mungkin hindari marah kepada pasangan dalam kehidupan berumahtangga. Kalau kau tak bisa, maka ketika engkau marah, rajutlah sebuah boneka", terang istri.

Suami menghela napas dan merasa bahagia karena selama 60thn, ia hanya 2 kali membuat istrinya marah. Hal ini ditandai dengan adanya 2 boneka rajut.

"Baiklah", timpal sang suami. "Kemudian apa maksud uang ini?", tanyanya. Sang istri pun menjawab pelan, "Wahai suamiku, uang itu dapat engkau pergunakan untuk membiayai sakitku ini. Perlu engkau ketahui bahwa uang itu adalah hasil penjualan boneka rajut yang selama ini telah aku buat demi menahan amarahku kepadamu".

JREEENGG!!!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Laa tagdhob wa lakal jannah, ungkap Rasulullah Muhammad Shollallahu wa alaihi wa salam dalam riwayat At Thabrani.

Jangan marah maka bagimu surga. Orang yang kuat tidak dapat ditandai dari fisiknya yang kekar. Akan tetapi ia disimbolkan dengan kemampuannya mengendalikan amarah.

Setiap manusia berpotensi untuk marah dan sangat didukung oleh situasi tertentu agar bersikap marah.

Maka cobalah satu detik sebelum marah pikirkan hadits diatas, jika ingin surga maka tinggalkan marah dan jika tidak ingin surga maka silahkan marah.

Semoga bermanfaat :)

Kalimat Indah DR Aid Al-Qarni

منقول.....

عباره جمیله للدكتور عایض القرني ـَـَََـَـَـَـَََـَـَـَََـَـَ ـَـَـَـَََـَـَ ََـَـَـَـَََـَـَ                   
Kalimat indah Dr. Aid Al-Qarni

         نحن لا نملك تغییر الماضي
Kita tidak bisa merubah masa lalu

            و لا رسم المستقبل ..
Juga tidak bisa menggariskan masa depan

         فلماذا نقتل انفسنا حسره
Lalu kenapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan

        على شيئ لا نستطیع تغییره؟
Atas apa yang sudah tidak bisa kita rubah?

        الحیاه قصیره وأهـدافها كثيره
Kehidupan ini singkat, sedang targetnya banyak

             فانظر الى السحاب
           و لا تنظر الى التراب ..
Tataplah awan,
dan jangan memandang ke tanah..

           اذا ضاقت بك الدروب
             فعلیك بعلام الغیوب
      و قل الحمدلله على كل شيئ
Jika Anda merasa jalan sudah sempit,
kembalilah ke Allah yg maha mengetahui yang gaib,
seraya ucapkan, alhamdulillah atas apa pun jua

سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang

وسفينة ( نــوح ) بناها شخص واحد
Sedang kapal Nabi Nuh dibuat hanya satu orang

  الأولى غرقت والثانية حملت البشــرية ..
Titanic tenggelam, sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia..

     التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah Ta'ala

       نحن لسنا السكان الأصليين
          لهذا الكوكب الأرض !!
       بل نحن ننتمي إلى ( الجنّة )
Kita bukan penduduk asli planet Bumi ini !!
Asal kita adalah (Jannah)

           حيث كان أبـونا أدم
            يسكن في البداية
           لكننا نزلنا هنا مؤقتاً 
        لكي نؤدّي اختبارا قصيرا
            ثم نرجع بسرعة ..
Tempat asal nenek moyang kita Nabi Adam
Kita tinggal di sini hanya sementara waktu
untuk melaksanakan ujian singkat lalu segera kembali dengan cepat..

        فحاول أن تعمل ما بوسعك  للحاق بقافلة الصالحين
   التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع
   ولاتضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير
Maka berusahalah beramal semapumu untuk mengejar kafilah orang-orang salih,
yang akan kembali ke negeri kita yang sangat luas
Jangan sia-siakan waktumu di planet keci ini

الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب،
حتىّ الموت ليس فراقاْ سنجتمَع في الآخره
Perpisahan itu bukan pergi jauh, atau berpisah dengan kekasih tercinta, kematian pun bukan perpisahan, karena kita pasti akan bertemu di akhirat

  الفراق هو:
أن يكون أحدنا في الجنه،
    والآخر في النار
جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته..
Perpisahan itu adalah:
Jika salah satu diantara kita masuk surga,
dan yang lain masuk neraka.
Semoga Allah jadikan kita penghuni penghuni surgaNya..

والحياه ما هي إلا قصة قصيرة !!
( من تراب . على تراب . إلى تراب )
( ثم حساب . فثواب . أو عقاب )
Tiadalah kehidupan ini melainkan hanya cerita pendek !!
(Dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah)
(Kemudian hisab.. pahala.. atau siksa)

فعش حياتك لله - تكن أسعد خلق ﷲ
Maka hiduplah untuk Allah pasti Anda menjadi makhluk Allah yang paling bahagia

اللهم لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم  سلطانك
Ya Rabb, untukMu segala pujian yang selayaknya bagi kemuliaan wajahMu dan keagungan kekuasanMu

Semoga Allah merahmati Antunna, bacalah untuk mengetahui siapa sebenarnya Ibnu Sina.
Masyhur dg nama Ibnu Sina, dia adalah Al Husein bin Abdillah. Ketenarannya tidak dipungkiri lg, sedikit sekali yg tidak mengenal namanya, tapi betapa sedikitnya yg mengetahui tentang aqidahnya!
📚Berkata Ibnu Taimiyah: " Ibnu sina dan semisalnya telah merendahkan para sahabat Nabi yg diwarisi dari ayahnya, kelompoknya Al qaromithoh" [نقض المنطق : (87)
📚Dan Berkata: "yg dimaksudkan di sini bahwa Ibnu Sina telah mengabarkan tentang dirinya dan keluarganya-bapaknya dan saudara laki2nya- mereka adalah atheis, dan menyibukkan diri dengan filsafat dengan sebab tersebut
[الرد على المنطقيين (141)]
📚 Dan berkata: " apa2 yg dikatakan oleh Ibnu Sina dan orang2 sejenisnya lebih buruk daripada perkataan orang yahudi, nasrani, dan musyrikin Arab".
[الجواب الصحيح (4\463)]
📚Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:" imamnya orang atheis adalah Ibnu Sina".
[إغاثة اللهفان (2\267)]
📚Berkata Ibnu Sholah rahimahullah: " dia adalah syaithon dari jenis manusia".
[فتاوى ابن الصلاح (1\209)]
📚Berkata Imam Dzahabi dalam Mizan Al I'tidal:" Saya tidak mengetahui bahwasannya Ibnu Sina meriwayatkan suatu ilmu, dan apabila ia meriwayatkan, maka riwayatnya terhapus, karena ia adalah ahli filsafat yg sesat."
📚 Berkata ibnu Hajar:" Allah tidak meridhoinya".
📚Syeikh Sholih Al Fauzan ditanya: bagaimana pendapat Anda tentang irang yg memuji Ibnu Sina dan menjadikannya ulama orang Islam?
Maka jawabannya:" ada dua perkara,
1. Dia jahil/tidak mengetahui tentang keadaan Ibnu Sina, maka sepantasnya dia diam dan tidak membicarakannya(ibnu sina).
2. Dia mengetahui tentang Ibnu Sina, dan kekafirannya dan ia menyetujui hal ini, maka hukumnya seperti hukum Ibnu Sina, wal iyyadzubillah, karena ia membenarkannya dan memujinya, dan ini adalah perkara yg berbahaya.
Akan tetapi, Sebagian orang memuji Ibnu Sina dari sisi dia sebagai dokter saja,dan ini meripakan keahlian duniawi saja, dia adalah dokter, dan banyak dokter2 kafir yg lebih hebat daripada Ibnu Sina, maka mengapa terlalu membanggakan Ibnu Sina? Mereka menjawab: karena ia dikenal sebagai orang Islam dan ini merupakan kebanggaan Islam. Maka kita katakan:" Islam berlepas diri darinya dan tidak membutuhkannya".

Kesimpulannya:
🍄Aqidah Ibnu Sina adalah aqidah bathiniyah
🍄Ia adalah ahli filsafat dan atheis
🍄Pendapatnya adalah alam ini ada sebelum Allah
Diterjemahkan dari risalah wa grup tahfidz
Sumber: ta'liq al mukhtashor 'ala qaidah annuuniyah Ibnul Qayyim al jauziyah 1328/3 cetakan th 1424 H.

Rabu, 15 Oktober 2014

Peran “Ulama” Djawa Barat dalam Operasi “Pagar Betis”

Penumpasan DI/TII termuat dalam Rencana Pokok (RP) dan Rencana Operasi (RO), sebagai berikut : pada tahun 1958 merupakan tahun kebangkitan pemikiran Kodam III/Siliwangi ke arah pemulihan keamanan di Jawa Barat yang lebih efektif dan efisien. Kemudian lahirnya konsep Perang Wilayah (sudah disahkan dengan Ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960 merupakan manifestasi dari Undang-undang Dasar 45, pasal 30 ayat 1, yang menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara. Sementara itu penelitian anti gerilya berjalan terus, dan diantaranya keluarlah Rencana Pokok 211 (RP 211) yang berbunyi “Membatasi gerak dari lawan”.
Menyesuaikan dengan mobilitas DI/TII, maka keluarlah pada waktu itu Rencana Operasi 212 pada 1 Desember 1959. Kemudian bulan Pebruari 1961 dikeluarkan Rencana Operasi 2121 (RO 2121) yang merupakan percepatan dari RO 212, isinya berupa kebijaksanaan bahwa pemulihan keamanan untuk wilayah Jawa Barat akan diselesaikan dalam jangka waktu itu, hanya sampai tahun 1965. Tetapi dalam RO 2121 jangka waktu itu hanya sampai dengan tahun 1962.

Peran Ulama Djawa Barat Pendukung Pagar Betis
Pada tahun 1956, para ulama di Priangan Timur, yang jadi basis utama gerakan DI/TII, mengambil inisiatif untuk mengadakan pertemuan dengan kalangan militer.  Atas prakarsa kalangan militer, maka terbentuklah Badan Musyawarah Alim Ulama (BMAU) pada 18 Maret 1957 di Tasikmalaya. Prakarsa tersebut merupakan bagian dari kebijakan Komandan Resimen 11 Galuh Letkol Syafei Tjakradipura dan Kepala Stafnya Mayor Poniman. Resimen Galuh ini memiliki wilayah kerja Tasikmalaya dan Ciamis (Priangan Timur).
BMAU ini didirikan setelah para ulama, wakil militer dan pemerintah mengadakan pertemuan di Gedung Mitra Batik Tasikmalaya (kini, Toserba Yogya). Ulama yang hadir dalam pertemuan itu adalah KH. Ruhiyat Rois Syuriah Nahdlatul Ulama Cabang Tasikmalaya (Pesantren Cipasung), KH Ishak Farid (Pesantren Cintawana), KH Fathoni (Ciamis), KH Holil Dahu (Ciamis), pengasuh Pondok Pesantren Jamanis, KH O. Hulaimi Ketua Tanfidziayah Nahdlatul Ulama Tasikmalaya (Cikalang Tasikmalaya), KH R. Didi Abdulmadjid, KH. Burhan Sukaratu dan KH.Didi Dzulfadli Kalangsari (Tasikmalaya). Hadir juga Mayor R. Mustari dari Rohis (Perawatan Rohani Islam) Resimen Galuh. Selain itu ada juga Bupati Tasikmalaya dan Bupati Ciamis serta wakil-wakil dari kepolisian dan beberapa partai politik. Pertemuan itu mengambil sejumlah kesepakatan, dan yang ditunjuk memimpin BMAU itu adalah KH. R. Didi Abdulmadjid sebagai Ketua dan KH. Irfan Hilmy sebagai Penulis. Akan tetapi tidak diketemukan suatu dokumentasi dan keterangan bagaimana struktur dan personil selengkapnya dari BMAU ini.
Salah satu tujuan BMAU ini adalah untuk memulihkan stabilitas keamanan di Priangan Timur. BMAU ini juga berfungsi untuk menyelenggarakan kegiatan pengajian, pendidikan, dan dakwah. Dengan demikian, cikal-bakal Majelis Ulama bisa dinyatakan adalah BM-AU ini. Melalui BMAU ini para ulama mewujudkan upaya menjaga keutuhan RI dengan jalur ishlah bainan naas (perdamaian antara sesama manusia).
Pertemuan alim ulama dan Pemerintah, sipil dan militer kemudian berlanjut diadakan pula didaerah lain, seperti Konferensi Alim Ulama Militer se-Kresidenan Banten, pertemuan Ulama Umaro Sumedang pada Juni 1958, Garut dan Bandung pada Juli 1958.
Pada 12 Juli 1958, Staf Penguasa Perang Daerah Swatantra I Jawa Barat mengeluarkan Pedoman Majelis Ulama, dinyatakan Majelis Ulama berasas Islam dan mempunyai tujuan melaksanakan kerjasama dengan alat negara Republik Indonesia dalam bidang tugasnya yang sesuai dengan ajaran Agama Islam. Dan pada 11 Agustus 1958 mengeluarkan Instruksi No.32/8/PPD/1958 kepada Semua Pelaksana Kuasa Perang Di Daerah Swatantra I Jawa Barat untuk membentuk Majelis Ulama didaerahnya masing-masing berdasarkan pada dan sesuai dengan Pedoman terlampir, dan Pelaksana Kuasa Perang yang sudah terlebih dulu membentuk Majelis tersebut supaya menyesuaikannya dengan Pedoman ini.
Sebagai peningkatan dan lebih mengokohkan posisi Majelis Ulama, diselenggarakanlah Konferensi Alim Ulama-Umaro pada 7 9 Oktober 1958 bertepatan dengan 2 – 4 Rabi’ul Tsani 1377 H, di Lembang Bandung, dengan sebuah Panitia Penyelenggara yang dipimpin Let.Kol. Omon Abdurachman sebagai Ketua Umum, seorang Perwira TT III / Siliwangi. Konferensi ini diselenggarakan pasti sudah, untuk mengokohkan kebersamaan dalam menegakkan NKRI. Juru bicara Resimen 11 Galuh dalam Pemandangan umumnya antara lain mengemukakan “Setelah BMAU didirikan atas kebijaksanaan Komandan RI 11 disertai C.PR.A.D-nya dan mendapat sambutan dan dukungan yang hangat daripada ulama make segala kecurigaan, tekanan, fitnahan terhadap alim ulama lenyap dan timbul kerjasama yang erat dan saling harga menghargai disegala lapangan”. Disampaikan pula bahwa: “Rapat Alim Ulama Resimen Infantri 11 tanggal 3 Oktober 1958 di Staff Resimen Infantri 11 menyetujui BMAU diganti manjadi MU”. Dan yang juga menjadi bahan pertimbangan adalah keputusan Konferensi Alim Ulama Militer se-Karesidenan Banten: “mengenai penempatan APRI dan alat negara bersenjata lainnya, harus dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan Agama didaerah mereka bertugas”, dan “mengenai para tahanan, terutama alim ulama, yaitu supaya mendapat pelayanan dan perawatan yang layak dan segera dilakukan pemeriksaan dengan care yang jujur dan adil”.
Para tokoh ulama itu pulalah yang kemudian terlibat dalam Konferensi Alim Ulama-Umaro Daerah Swatantra I Jawa Barat di Lembang, Bandung pada 7-9 Oktober 1958. Konferensi tersebut menghasilkan keputusan yang berkaitan dengan tiga persoalan pokok yang dihadapi seat itu yakni (a) usaha menyempurnakan pemulihan keamanan dan pemeliharaannya, (b) usaha menyempurnakan pembangunan dan (c) usaha penyempurnaan pendidikan dan kebudayaan.
Dalam Konferensi Lembang ini hadir memberikan Kata Sambutannya: Menteri Agama, KH. Moh. Ryas, Menteri Negara Urusan Kerjasama Sipil dan Militer, KH.Wahib Wahab, K.S.A.D. Jenderal A.H. Nasution, Ketua Pengurus Perang Daerah Swatantra I Jawa Barat /Panglima Teritorium III / Siliwangi Kol.RA. Kosasih.
Diantara Keputusan Konferensi ini adalah penegasan “Menyetujui dan Mempertahankan kebijakan Ketua Penguasa Perang Daerah Swatantra I Jawa Barat dalam membentuk Seksi Rohani dan Pendidikan beserta bagian-bagiannya (Lembaga Kesejahteraan Ummat dan “Majelis Ulama”), sebagai badan Kerja Sama Ulama-Militer-Umaro “.
Maka karenanya, personalia dengan struktur yang ditetapkan oleh Staf Penguasa Perang Daerah Swatantra I Jawa Barat No. 53/8/PPD/58 tanggal 22 Agustus 1958 bersama dengan Pedoman Majelis Ulama tanggal 12 Juli 1958, yang telah diuraikan dimuka, mendapat legitimasi yang sangat kuat, untuk menghadapi situasi Jawa Barat pada kala itu.
Dengan modal ini, yang selanjutnya ditempuh jalan gerakan “Pagar Betis” menghadapi DI/TII, telah tercapai pemulihan keamanan di Jawa Barat.
Jendral A.H. Nasution adalah penggerak utama “Rencana Dasar 2,1″, yaitu gagasan yang mendasari : Musuh harus ditahan didaerah-daerah tertentu, dan aksi-aksi Republik harus dipusatkan pada salah satu daerah ini sekaligus, dengan demikian pangkalan musuh ditumpas satu demi satu. Itulah sebabnya, Divisi Siliwangi dengan dibantu Divisi Diponegoro dan Brawijaya, -yang tentu tidak merupakan kekuatan yang cukup-, pada tahun 1960 seluruh penduduk sipil Jawa Barat diturutsertakan dalam apresiasi, dan dibentuklah secara besar-besaran “Pagar Betis”.
Dalam gerakan “Pagar Betis” yang kadang-kadang berlangsung berhari-hari ini, penduduk sipil membentuk garis maju berangsur-angsur, dengan satuan-satuan kecil tiga sampai empat prajurit pada jarak-jarak tertentu, tidak terlalu jauh satu sama lain. Dalam teori, pagar betis ini disokong satuan-satuan militer dibaris depan maupun dibaris belakang. Prajurit dibarisan belakang merupakan semacam cadangan yang dapat digunakan pada tempat-tempat yang sukar dimasuki digunakan taktik tidak dimasuki, tetapi dikepung.
Dalam praktek, Tentara Republik kadang-kadang menggunakan “Pagar Betis” menjadi “Perisai Manusia”. Teknik lain yang digunakan, untuk memaksa pasukan DI/TII menyerah adalah dengan menduduki sawah yang diduga dimiliki atau dikerjakan oleh kaum kerabat mereka, agar panen tidak digunakan untuk memberi makan pasukan  DI/TII. Dari proses inilah lahir adagium ” Siliwangi adalah Jawa Barat dan Jawa Barat adalah Siliwangi”.
Maka model atau pola hubungan antara Ulama-Umaro yang dikembangkan di Jawa Barat ini kemudian menjadi salah satu prototipe model hubungan ulama dan umaro pada tingkat nasional.
Maka pada tingkat nasional, pada 17 Rajab 1395 bertepatan dengan 26 Juli 1975, atas prakarsa kebijakan Pemerintah dan terapan Menteri Agama RI (Prof.Dr. H.A. Mukti Ali), Prof. Dr. HAMKA dan tokoh Bangsa lainya, dibentuklah Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Musyawarah Nasional I di Jakarta, tanggal 21 – 27 Juli 1958 bertepatan dengan 11 – 17 Rajab 1395.
Majelis Ulama Jawa Barat yang sudah terbentuk jauh sebelumnya sudah barang tentu turut memberikan saran dan pandangan pada pertemuan pembentukan MUI itu.