Kemenangan Capres dan Cawapres Jokowi-JK, yang penuh kontroporsial, baik dalam system Pemilu, CIA-AS dan CSIS-Katholik-Jesuit pendukung utama (politik-dana) secara terbuka, media massa cetak-elektronik, yang 90% di kuasai oleh AS dan Katholik Jesuit, yang tiap detik menampilkan citra Jokowi hebat tanpa cacat.
Tetapi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Jokowi-JK kalah dengan Koalisi Merah Putih (KMP) lawannya, baik di DPR maupun di MPR, tidak seorang pun Ketua dari KIH, baik di DPR atau di MPR.
Dari 33 DPR-Provinsi, 32 Provinsi dimenangkan oleh KMP, hanya Provinsi Bali dimenangkan oleh KIH.
Sehingga Jokowi-JK takut diblokir oleh fraksi KMP pada saat pelantikan dan selanjutnya sumpah oleh mereka, akibatnya Jokowi melobi tokoh-tokoh KMP.
Jokowi tidak konsisten dan transparan dalam menyusun kabinet nya.
Kabinet ramping 27 menteri, ternyata gendut 33 menteri.
Proporsional ternyata diberi jatah yang cukup besar.
Tidak Transparan, karena harus izin Megawati (Ketua Umum PDIP).
Depag di hapus, tetapi ditentang keras oleh PKB, akhirnya batal.
Kabinet Trisakti, pasti diprotes oleh AS dan Katholik-Jesuit, mbahnya Kapitalis-Liberalis, yang menjadi punggung kemenangan Jokowi-JK.
24.000 polri dari puluhan Polda berkumpul dalam pelantikan Jokowi-JK.
Hidup sederhana, tetapi politiknya Hura-Hura : diarak oleh puluhan ribu massa KIH dari Senayan ke Istana Negara, di sambut dengan upacara militer, sehingga semua jalan yang dilalui Jokowi-JK, tertutup untuk rakyat, yang mau bekerja dan dagang.
Tidak pernah terjadi pelantikan Pres/wk.Pres NKRI selama 69 tahun Indonesia merdeka, kecuali pelantikan Jokowi-JK. Tujuannya AS-Katholik-Jesuit dan dunia Barat senang, karena Presiden Jokowi-wk. Presiden JK telah mendunia.
Pesta pelantikan hura-hura, dilaksanakan pada saat bencana/azab kebakaran sedang melanda hutan, perkebunan, rumah-rumah di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan di Jakarta tiap hari terjadi, dan telah berbulan-bulan lamanya.
Kekeringan di ratusan kabupaten, air untuk pertanian dan perikanan serta air bersih habis, tanah menjadi kering kerontang.
Gelombang air laut di beberapa wilayah sangat tinggi, sehingga nelayan tidak bisa melaut, dan banyak kapal-kapal yang tenggelam.
Penutup
Ya Allah, Pelindung kami, dan Penopang kami, Rakyat jelata yang senantiasa ditipu, diingkari janji, dikhianati oleh pejabat-pejabat NKRI yang munafiq, mohon ya Allah mereka di azab di dunia dan di akhirat di masukkan Neraka Jahanam yang paling dalam.
Bogor, 16-10-2014
Abdul Qadir Djaelani
Mantan
Tapol dan Napol orde baru, lama
Anggota DPR-RI 1999-2004
Home » Posts filed under politik
Senin, 20 Oktober 2014
Pesta Pelantikan Hura-Hura Para Pejabat NKRI Diatas Penderitaan Rakyat
Sabtu, 18 Oktober 2014
Ini Skenario Operasi Bus TransJ pada Hari Pelantikan Presiden
Pengelola bus TransJ menyebut, pelayanan bus akan bersifat situasional. Prediksi koridor yang akan mengalami perubahan layanan yaitu koridor 1 (Blok M-Kota), Koridor 2 (Pulogadung -Harmoni), Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit).
"Kami akan melakukan beberapa tahapan, yaitu mulai dari perlambatan layanan, pengalihan hingga penutupan jalur,” ungkap Kepala Unit Pengelola (UP) Transjakarta Busway, Pargaulan Butarbutar, seperti terungkap dalam website TransJakarta, Minggu (19/10/2014).
Apabila kepadatan massa terus meningkat di beberapa koridor yang bersinggungan, maka layanan situasional di Koridor 1 diberlakukan perlambatan, kemudian perpendekan rute layanan menjadi Blok M-Bundaran HI/Patung Kuda dan Rute Kota hingga Harmoni.
Untuk layanan situasional di Koridor 2, apabila sekitar Monas hingga Balaikota tidak dapat dilalui, maka dilakukan pengalihan jalur via Juanda-Pejambon-Kwitang-Pulogadung.
Untuk layanan situasional di Koridor 9, apabila di depan gedung DPR/MPR tidak dapat dilintasi, maka dialihkan via tol dalam kota. "Layanan tersebut kami berlakukan mengikuti kondisi disekitar jalur layanan Transjakarta,” ujar Pargaulan.
Sebagai informasi, kesibukan lalu lintas di daerah ring I pelantikan presiden akan dimulai pada pukul 06.00 WIB. Polisi akan memberlakukan sistem buka tutup. Sedang konsentrasi massa akan terpusat di Bundaran HI hingga Monas di siang hari. Di jalur inilah Jokowi-JK akan diarak ribuan relawan untuk kemudian berpidato di Monas.
Dhani Irawan - detikNews
Jumat, 17 Oktober 2014
Solo Memanas, Elemen Islam Menolak Rudy Dalam Pilkada 2015
iPos : Di sejumlah titik di kota Surakarta muncul suara-suara penolakan
Walikota Rudy yang mengatasnamakan Barisan Baitul Muslimin Surakarta.
Salah satunya adalah dengan spanduk-spanduk yang terpasang di 21 tempat
strategis di Surakarta. Hal ini terkait penolakan Rudy menjadi walikota
pada pilkada langsung tahun 2015 kelak.
Bahkan, sempat terjadi konsentrasi massa di halaman Masjid al-Wustho Mangkunegaran pada hari ini sekitar pukul 13.00 WIB. Massa yang berasal dari beberapa elemen dan satgas salah satu partai politik mempertanyakan spanduk-spanduk yang muncul tersebut. Entah bagaimana ceritanya, massa menduga spanduk-spanduk tersebut dipasang oleh pihak Pengurus Masjid Al Wustho Mangkunegaran Surakarta.
Sempat terjadi ketegangan terhadap kedua massa, namun elemen yang mendatangi masjid Al-Wustho tersebut akhirnya mengalah dan membubarkan diri untuk menghindari konflik di kedua belah pihak. (haris)
Bahkan, sempat terjadi konsentrasi massa di halaman Masjid al-Wustho Mangkunegaran pada hari ini sekitar pukul 13.00 WIB. Massa yang berasal dari beberapa elemen dan satgas salah satu partai politik mempertanyakan spanduk-spanduk yang muncul tersebut. Entah bagaimana ceritanya, massa menduga spanduk-spanduk tersebut dipasang oleh pihak Pengurus Masjid Al Wustho Mangkunegaran Surakarta.
Sempat terjadi ketegangan terhadap kedua massa, namun elemen yang mendatangi masjid Al-Wustho tersebut akhirnya mengalah dan membubarkan diri untuk menghindari konflik di kedua belah pihak. (haris)

